Aturan keterbagian adalah aturan yang memungkinkan kita mengetahui apakah suatu angka habis dibagi tanpa melakukan pembagian: cukup lihat angka terakhir atau jumlahkan semua angka dalam angka tersebut. Halaman ini berisi tabel aturan keterbagian untuk 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, dan 25, penjelasan visual aturan untuk 3 dan 9 melalui jumlah digit, contoh dengan solusi, kesalahan umum, dan latihan interaktif di mana Anda dapat segera menguji diri sendiri.
Apa itu aturan keterbagian
Aturan keterbagian adalah aturan yang memungkinkan kita mengetahui apakah suatu angka habis dibagi oleh angka lain, tanpa melakukan pembagian itu sendiri. Cukup lihat angka terakhir atau jumlahkan semua angka dalam angka tersebut.
Aturan keterbagian sangat membantu di mana pun Anda perlu dengan cepat memahami "struktur" suatu angka:
- saat menyederhanakan pecahan — Anda langsung tahu dengan apa pembilang dan penyebut dapat dibagi;
- saat memfaktorkan bilangan menjadi faktor prima;
- saat mencari pembagi persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK);
- saat memeriksa jawaban dengan cepat dalam soal dan latihan.
Penting untuk tidak mencampuradukkan dua pertanyaan yang berbeda. "Apakah 3726 habis dibagi 9?" — aturan keterbagian menjawab ini: jumlah digit 3 + 7 + 2 + 6 = 18 habis dibagi 9, jadi ya. Dan "berapa hasilnya?" — ini adalah pembagian itu sendiri: 3726 : 9 = 414. Aturan hanya memberikan jawaban "ya" atau "tidak", tetapi seketika dan dalam pikiran.
Tabel Aturan Keterbagian
Semua aturan keterbagian sekolah paling baik disimpan di depan mata dalam satu tabel. Warna menunjukkan ke mana harus melihat: pada angka terakhir, pada jumlah digit, pada "ekor" dari dua-tiga angka terakhir, atau langsung pada dua aturan.
| Untuk Apa | Aturan Keterbagian | Contoh |
|---|---|---|
| 2 | angka terakhir adalah 0, 2, 4, 6, atau 8 | 3726 → 6 |
| 3 | jumlah digit habis dibagi 3 | 4512 → 4+5+1+2 = 12 |
| 4 | dua angka terakhir membentuk angka yang habis dibagi 4 | 1316 → 16 : 4 = 4 |
| 5 | angka terakhir adalah 0 atau 5 | 1435 → 5 |
| 6 | habis dibagi 2 dan 3 secara bersamaan | 5124 → 4 dan 12 |
| 8 | tiga angka terakhir membentuk angka yang habis dibagi 8 | 3512 → 512 : 8 = 64 |
| 9 | jumlah digit habis dibagi 9 | 3726 → 3+7+2+6 = 18 |
| 10 | angka terakhir adalah 0 | 2340 → 0 |
| 11 | digit dari belakang bergantian + dan -; jumlahnya habis dibagi 11 | 2838 → 8−3+8−2 = 11 |
| 25 | dua angka terakhir adalah 00, 25, 50, atau 75 | 1875 → 75 |
Aturan Keterbagian untuk 2, 5, dan 10
Kelompok paling sederhana: kita hanya melihat angka terakhir, yang lain tidak penting.
- habis dibagi 2 adalah semua angka genap — yang berakhiran 0, 2, 4, 6, atau 8;
- habis dibagi 5 — angka yang berakhiran 0 atau 5;
- habis dibagi 10 — angka yang berakhiran 0.
Panjang angka tidak masalah: 987.654.320 habis dibagi 2, 5, dan 10 karena berakhiran nol. Sedangkan 1435 habis dibagi 5 (angka terakhir 5), tetapi tidak habis dibagi 2 atau 10 — angka tersebut ganjil.
Dari sini, kesimpulan yang berguna: angka yang habis dibagi 10 adalah angka yang habis dibagi 2 dan 5 secara bersamaan.
Aturan Keterbagian untuk 3 dan 9: Jumlah Digit
Di sini, angka terakhir tidak menentukan apa pun — yang bekerja adalah jumlah semua digit angka tersebut:
- suatu angka habis dibagi 3 jika jumlah digitnya habis dibagi 3;
- suatu angka habis dibagi 9 jika jumlah digitnya habis dibagi 9.
Jika jumlahnya besar, aturan dapat diterapkan lagi: untuk angka 899.991, jumlah digitnya adalah 8 + 9 + 9 + 9 + 9 + 1 = 45, dan untuk 45, jumlahnya adalah 4 + 5 = 9 — berarti angka aslinya habis dibagi 9 dan 3.
Aturan ini mirip, tetapi tidak saling menggantikan. Setiap angka yang habis dibagi 9 juga habis dibagi 3 — karena sembilan itu sendiri habis dibagi tiga. Sebaliknya tidak selalu benar: jumlah digit bisa habis dibagi 3 tetapi tidak habis dibagi 9, dan kemudian angka tersebut hanya memenuhi salah satu dari dua aturan. Kedua kasus dibahas di bawah.
Aturan Keterbagian untuk 4, 8, dan 25: Lihat Ekor Angka
Satu angka terakhir tidak cukup — Anda memerlukan "ekor" dari beberapa angka terakhir:
- habis dibagi 4 adalah angka yang dua angka terakhirnya membentuk angka yang habis dibagi 4;
- habis dibagi 8 — jika tiga angka terakhirnya membentuk angka yang habis dibagi 8;
- habis dibagi 25 — jika dua angka terakhirnya membentuk 00, 25, 50, atau 75.
Mengapa ekor cukup: 100 habis dibagi 4 dan 25, dan 1000 habis dibagi 8. Oleh karena itu, semua yang ada di sebelah kiri sudah habis dibagi dengan angka yang diperlukan dan tidak memengaruhi hasilnya.
Dari sini, kesimpulan penting: genap saja tidak cukup untuk empat dan delapan. Suatu angka bisa genap, tetapi jika ekornya yang terdiri dari dua atau tiga digit tidak habis dibagi, maka seluruh angka juga tidak habis dibagi. Penjelasan ekor ada di sisipan di bawah.
Aturan Keterbagian untuk 6
Enam tidak memiliki aturan terpisah: 6 = 2 · 3, dan faktor-faktornya koprima. Oleh karena itu, aturannya gabungan — suatu angka habis dibagi 6 jika habis dibagi 2 dan 3 secara bersamaan.
Mari kita periksa 5124: angka terakhir adalah 4 — angka tersebut genap, jadi habis dibagi 2; jumlah digit 5 + 1 + 2 + 4 = 12 habis dibagi 3. Kedua kondisi terpenuhi → 5124 : 6 = 854.
Genap saja tidak cukup: 1000 adalah genap, tetapi jumlah digitnya adalah 1 dan tidak habis dibagi 3, jadi angka tersebut tidak habis dibagi 6. Setengah sisanya juga tidak bekerja: untuk 4521, jumlah digitnya 12 habis dibagi 3, tetapi angka itu sendiri ganjil — jadi tidak habis dibagi 6.
Dengan cara yang sama, aturan gabungan lainnya dibentuk: untuk 12 — habis dibagi 3 dan 4, untuk 15 — 3 dan 5, untuk 18 — 2 dan 9, untuk 45 — 5 dan 9.
Aturan Keterbagian untuk 11
Aturan keterbagian untuk 11 menggunakan jumlah digit bergantian tanda. Digit dijumlahkan, dimulai dari yang terakhir, secara bergantian mengubah tanda: plus, minus, plus, minus. Jika hasilnya habis dibagi 11 (termasuk nol), maka seluruh angka habis dibagi 11.
Aturan yang sama sering dirumuskan secara berbeda: selisih antara jumlah digit di posisi ganjil dan jumlah digit di posisi genap harus habis dibagi 11. Ini adalah aturan yang sama.
Contoh Aturan Keterbagian
Contoh 1. Angka 7254 habis dibagi berapa saja?
Soal. Tentukan angka mana saja dari 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10 yang habis membagi 7254.
Langkah 1. Untuk 2. Angka terakhir adalah 4 — genap. Habis dibagi: 7254 : 2 = 3627.
Langkah 2. Untuk 5 dan 10. Angka tersebut berakhiran 4, bukan 0 atau 5. Tidak habis dibagi 5 maupun 10.
Langkah 3. Untuk 3 dan 9. Jumlah digit: 7 + 2 + 5 + 4 = 18. Angka 18 habis dibagi 3 dan 9. Jadi, 7254 : 3 = 2418 dan 7254 : 9 = 806.
Langkah 4. Untuk 6. Angka tersebut habis dibagi 2 dan 3 — jadi, habis dibagi 6: 7254 : 6 = 1209.
Langkah 5. Untuk 4. Dua angka terakhir adalah 54, dan 54 tidak habis dibagi 4. Tidak habis dibagi.
Jawaban. 7254 habis dibagi 2, 3, 6, dan 9.
Contoh 2. Apakah 4715 habis dibagi 3 dan 9?
Soal. Periksa keterbagian angka 4715 oleh 3 dan 9.
Langkah 1. Jumlahkan digit: 4 + 7 + 1 + 5 = 17.
Langkah 2. Untuk 3. 17 tidak habis dibagi 3 (kelipatan terdekat adalah 15 dan 18). Jadi, 4715 juga tidak habis dibagi 3.
Langkah 3. Untuk 9. 17 jelas tidak habis dibagi 9. Jadi, 4715 juga tidak habis dibagi 9.
Apa yang bisa dilakukan angka tersebut. Angka terakhir adalah 5 → angka tersebut habis dibagi 5: 4715 : 5 = 943. Tidak habis dibagi 2 dan 10 — angka tersebut ganjil.
Jawaban. Angka 4715 tidak habis dibagi 3 maupun 9.
Contoh 3. Keterbagian oleh 4 dan 8: angka 6248
Soal. Periksa apakah 6248 habis dibagi 4 dan 8.
Langkah 1. Untuk 4. Ambil dua angka terakhir: 48. Angka 48 habis dibagi 4 (48 : 4 = 12), jadi 6248 juga habis dibagi: 6248 : 4 = 1562.
Langkah 2. Untuk 8. Ambil tiga angka terakhir: 248. Bagi: 248 : 8 = 31 — habis dibagi. Jadi, 6248 : 8 = 781.
Hati-hati dengan penalaran sebaliknya. Keterbagian oleh 4 tidak menyiratkan keterbagian oleh 8: untuk angka 6244, ekornya 44 habis dibagi 4 (6244 : 4 = 1561), tetapi tiga angka terakhir 244 tidak habis dibagi 8 — angka tersebut tidak habis dibagi 8.
Jawaban. 6248 habis dibagi 4 dan 8.
Contoh 4. Aturan Keterbagian untuk 11: angka 2926
Soal. Periksa apakah 2926 habis dibagi 11.
Langkah 1. Tulis digit dan tetapkan tanda dari belakang: angka terakhir dengan tanda plus, bergantian minus dan plus.
Langkah 2. Hitung jumlah bergantian tanda: 6 − 2 + 9 − 2 = 11.
Langkah 3. Hasil 11 habis dibagi 11 → seluruh angka juga habis dibagi.
Pemeriksaan pembagian. 2926 : 11 = 266.
Jawaban. 2926 habis dibagi 11.
Contoh 5. Menyederhanakan pecahan menggunakan aturan keterbagian
Soal. Sederhanakan pecahan 270/378.
Langkah 1. Hitung jumlah digit: 2 + 7 + 0 = 9 dan 3 + 7 + 8 = 18. Keduanya habis dibagi 9 → baik pembilang maupun penyebut habis dibagi 9.
Langkah 2. Sederhanakan dengan 9: 270 : 9 = 30, 378 : 9 = 42. Dapatkan 30/42.
Langkah 3. Kedua angka genap → sederhanakan dengan 2: 30 : 2 = 15, 42 : 2 = 21. Dapatkan 15/21.
Langkah 4. Jumlah digit 6 dan 3 habis dibagi 3 → sederhanakan dengan 3.
Jawaban. 270/378 = 5/7.
Kesalahan Umum dalam Aturan Keterbagian
-
Memeriksa keterbagian oleh 6 hanya berdasarkan genap: karena angka tersebut genap — berarti habis dibagi 6.
Diperlukan kedua kondisi sekaligus: habis dibagi 2 dan 3. Angka 7124 genap, tetapi jumlah digitnya 14 tidak habis dibagi 3, jadi tidak habis dibagi 6. Sebaliknya: 3471 memenuhi aturan tiga (jumlah 15, 3471 : 3 = 1157), tetapi ganjil — jadi tidak habis dibagi 6.
-
Untuk keterbagian oleh 4, hanya melihat satu angka terakhir: "8 habis dibagi 4, jadi 9138 juga cocok".
Untuk empat, ambil DUA angka terakhir. Untuk 9138, itu adalah 38, dan 38 tidak habis dibagi 4. Contoh yang benar: untuk 9136, ekornya 36, 36 : 4 = 9, jadi 9136 : 4 = 2284. Untuk delapan, ekornya lebih panjang — tiga digit.
-
Aturan keterbagian untuk 9 diperiksa berdasarkan angka terakhir: mencari angka yang berakhiran 9 atau 0.
Angka terakhir tidak berarti apa-apa untuk sembilan. Hitung jumlah semua digit: untuk 4563, itu adalah 18, jumlahnya habis dibagi 9 — dan angka tersebut habis dibagi (4563 : 9 = 507), meskipun berakhiran 3.
-
Menganggap bahwa jika suatu angka habis dibagi 3, maka ia juga habis dibagi 9.
Hanya berlaku satu arah: habis dibagi 9 → habis dibagi 3. Sebaliknya tidak selalu benar. Untuk 8241, jumlah digitnya 15: habis dibagi 3 (8241 : 3 = 2747), tetapi tidak habis dibagi 9.
-
Untuk aturan 11, cukup menjumlahkan semua digit, seperti untuk 3 dan 9.
Untuk sebelas, jumlahnya bergantian tanda: digit dijumlahkan dari belakang, mengubah tanda setiap dua digit. Untuk 6479, itu adalah 9 − 7 + 4 − 6 = 0 → habis dibagi (6479 : 11 = 589). Jumlah digit biasa di sini adalah 26 dan tidak berarti apa-apa.
-
Aturan keterbagian dicampuradukkan dengan pembagian itu sendiri: pada pertanyaan "apakah 5391 habis dibagi 9" dijawab "ya, 18".
18 adalah jumlah digit, hasil perantara aturan. Hasil bagi dihitung terpisah: 5391 : 9 = 599. Aturan hanya menjawab "habis dibagi / tidak habis dibagi".
Pertanyaan dan Jawaban
Apa itu aturan keterbagian dengan kata-kata sederhana?
Ini adalah aturan yang memungkinkan kita mengetahui apakah suatu angka akan habis dibagi tanpa melakukan pembagian itu sendiri. Biasanya cukup dengan melihat angka terakhir angka tersebut atau menjumlahkan semua digitnya.
Bagaimana cara mengetahui apakah suatu angka habis dibagi 3?
Jumlahkan semua digit angka tersebut. Jika jumlah yang dihasilkan habis dibagi 3, maka angka itu sendiri habis dibagi 3. Misalnya, untuk 2571, jumlah digitnya adalah 2 + 5 + 7 + 1 = 15, dan 15 habis dibagi 3 → 2571 : 3 = 857.
Apa perbedaan antara aturan keterbagian untuk 3 dan aturan untuk 9?
Aturannya sama — kita menghitung jumlah digit, tetapi kita memeriksanya terhadap angka yang berbeda: untuk tiga, jumlahnya harus habis dibagi 3, untuk sembilan — habis dibagi 9. Oleh karena itu, setiap angka yang habis dibagi 9 juga habis dibagi 3, tetapi sebaliknya tidak selalu: untuk 9420, jumlah digitnya 15 habis dibagi 3 (9420 : 3 = 3140), tetapi tidak habis dibagi 9.
Apa yang harus dilakukan jika jumlah digitnya besar?
Terapkan aturan lagi — pada jumlahnya. Untuk angka 777.771, jumlah digitnya adalah 36, untuk 36, jumlahnya adalah 3 + 6 = 9. Sembilan habis dibagi 9, jadi angka aslinya juga habis dibagi 9 (dan juga habis dibagi 3): 777.771 : 9 = 86.419.
Apakah ada aturan keterbagian untuk 7?
Tidak ada aturan sederhana seperti jumlah digit untuk tujuh, dan itu tidak termasuk dalam tabel aturan sekolah. Ada trik: buang angka terakhir, gandakan, dan kurangi dari angka yang tersisa. Misalnya, untuk 343: kita buang 3, gandakan — 6, hitung 34 − 6 = 28. Angka 28 habis dibagi 7, jadi 343 juga habis dibagi: 343 : 7 = 49.
Apa aturan keterbagian untuk 12, 15, dan 45?
Aturan ini gabungan — angka tersebut harus memenuhi dua aturan sekaligus: untuk 12 — habis dibagi 3 dan 4, untuk 15 — 3 dan 5, untuk 45 — 5 dan 9. Penting agar faktor-faktornya koprima: dekomposisi 12 = 2 · 6 tidak cocok, karena 18 habis dibagi 2 dan 6, tetapi tidak habis dibagi 12.
Kelas berapa aturan keterbagian dipelajari?
Di kelas 6 pada pelajaran matematika: pertama aturan untuk 10, 5, dan 2, kemudian untuk 3 dan 9. Aturan untuk 4, 8, 11, dan 25 biasanya dibahas tambahan — ini akan berguna saat menyederhanakan pecahan dan dalam olimpiade.